Kokoh dalam IMTAQ Unggul dalam IPTEK

Sejarah Pesantren

SEJARAH BERDIRINYA PESANTREN
Berawal dari yang mulia almarhum mama haji Darfa yang mempunyai cita-cita mulia dan suci agar anak bungsunya (falah) bila kelak dewasa menjadi Kiayi dan ustadz pengayom masyarakat dan penyejuk umat. maka dimasukanlah ia ke pondok pesantren tradisional. dengan segala perlengkapan sarana yang serderhana, sesuai dengan keadaan zaman pada masa itu.namun karena satu dan lain hal, setelah menggali pelajaran-pelajaran agama melalui sistem sorogan dan watonan (Pemuda Falah) tidak langsung membina masyarakat dan umat, tetapi ia lebih tertarik kepada dunia usaha dan perdagangan, mungkin ia berfikir bahwa untuk menjadi pimipinan umat tidaklah cukup hanya bermodalkan ilmu pengetahuan saja, namun diperlukan juga adanya kekuatan materi dan kapital, lebih-lebih ia hidup disuatu kampung dan dusun yang sangat bersahaja.
perjalanan panjang dan pernugangan dikota jakarta dalam dunia usaha dan perdaganan dilaluinya dengan penuh kesabaran dan sikap tawakkal kepada Allah. dimulai dari usaha kecil-kecilan dengan segala dinamika dan romantika dan dialetikannya, kehadiran Ibunda Hajjah Hindun sebagai pendamping (Pemuda Falah) sungguh sangat berarti dan bermakna sebagai obat penawar hati, menjadi teman tertawa dikala bahagia dan menangis dikala sedih. memang benar rahmat Allah itu sangatlah luas, dari hasil usahanya ia biasa menyisihkan sebagian dalam bentuk tanah dan sawah sebagai bekal perjuangan FISABILLLAH dikampung halaman.
ditengah perjalanan dan perjuangan dikota jakarta , maka ia (pemuda falah) teringat kembali kepada keinginan dan cita-cita mulai orangruanya Almarhum Bapak/Mama Haji Darfa, maka dimasukan putra pertama/sulung Muhammad Ma’mun ke balai pendidikan Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur. dan ketika putra sulungnya beranjak dewasa maka disampaikanlah isi hatinya agar kelah Muhammad Ma’mun berkenan mendirikan ponodok di Kmapung halaman. keinginan tersebut tentu didengar dan diperhatikan namun belum ditanggapi dan diresponi. pemuda ma’mun yang hidup di kota jakarta dengan berprofesi sebagai muballigh penceramah dan guru/ustadz yang setiap hari keluar majlis ta’lim baik di masjid-masjid dan di mushola-mushola, begitu pula dikantor-kantor pemerintah dan swasta. Dalam perjalannya ia teringat kembali dengan pesan orang tuanya yang berbekal pengalaman selama 14 tahun, berdakwah berbekal ilmu pengetahuan dari Pondok Modern Gontor, IAIN Syarif Hidayatullah dan Al-Azhar Kairo, ia mencoba untuk merealisasikan cita-cita dan ahrapan orang tuanya dibantu oleh adik-adik dan saudara sepupu sebagai tanda bakti dan bukti ketaatan kepada kedua orang tuanya dan mengharapkan ridho allah.
untuk merealisaskan cita-cita tersebut, mama Haji falah menyampaikan kepada Haji Humaidy Latief (anak menantu) teman kecil H.Muhammad ma’mun semasa di Gontor dan teman kuliah semasa di Al-Azhar yang kebetulan ia telah lebih dahulu menekuni dunia pendidikan (tahun 1980-1984) sebagai guru dan wakil ketua majlis guru di pondok pesantren Daar El Qolam Gintung, tahun 1984-1997, menjadi guru di SMA Al-Chasanah Tanjung Duren jakarta Barat tahun 1986-1989, sebagai koordinator bidang pendidikan di Pondok Pesantren Ash-Shidiqiyah Jakarta Barat, dan tahun 1997-2001 sebagai staf bidang pendidikan di Yayasan Al-Chasanah Jakarta.
Atas pertimbangan-pertimbangan yang mulia maka tercetuslah ide Tri Murti oleh Mama Haji Falah. Yaitu:
1. K.H. Muhammad Ma’mun HF
2. KH. Humaidy Latief
3. Siti Khodijah HF
Ide tersebut tercetus lantaran diilhami dengan apa yang ada dipondok modern gontor Ponorogo, Yaitu Tri Murti:
1. Almarhum Bpk.K.H. Ahmad Sahar
2. Almarhum Bpk.K.H. Zainuddin Fannany
3. Almarhum Bpk.K.H. Imam Zarkasyi
Pencetus ide ini, mama hai falah tentu memiliki niat baik dan berpandangan jauh kedepan, mengingat pondok yang akan dibangun ini bukan pondok tradisional, tetapi pondok modern yang siap menghadapi tantangan zaman dengan berbagai macam corak dan warna dan bentuknya dan dibutuhkan kepamimpina kolektif. guna memantapkan langkah dalam mewujudkan niat baik ini, didirikanlah sebuah yayasan sebagai payung yang menaungi pesantren yaitu “Yayasan Al-Falah” Dalam pendirian “Yayasan Al-Falaah” ini melibatkan banyak orang dari berbagai profesi dan ketrampilan, denga maksud dan harapan agar Pesantren Modern Daar El Falaah memiliki badan hukum yang resmi.
maka dengan izin ALLAH SWT, mama haji falah menyerahkan sebidang tanah dijalan raya pari seluas 14.000 m2 sebagai wakaf untuk dijadikan areal Pesantren Modern Daar El Falaah dan sebidang tanah dikampung Bangkong. sementara pengurus yayasan menyumbangkan uang sebagai modal dasar kegiatan yayasan.
perjalanan yayasan al-falaah nampaknya tidak semulus apa yang diharapkan, banyak halangan danrintangan, maka atas dasar pertimbangan yang ada H.Muhammad Ma’mun selaku Tri Murti yang paling tua berinisatif menyampaikan ide dan gagasan kepada H.Humaidy Latief sebagai salah satu Tri Murti untuk membentuk panitia kecil ayng ebrtugas untuk mengumpulkan dan dari masyarakan dan majlis-masjlis ta’lim agar pesantren modern dapat segera dibangun. tentunya gagasan dan ide tersebut dapat diterima dan disetujui, bahkan mendapatkan restu dari Pendiri Yayasan Mama H.Falah dan Ibu Hajjah Hindun.
Dengan tenaga dan waktu yang santa terbata, dimulailah kegitan panitia pembagnan Pesantren Modern Daar El Falaah di Bangkong (sekarang Kampus 1), panitia kecil ini dipimpin oleh H.Muhammad Ma’mun (Ketua) KH.Humaidy Latief (Sekretaris) Ny.Hj.Nurmatstiah HBR (Bendahara I) dan Ny.Hj.Farmanah Dewi (Bendahara II).
Perjuangan dan perjalanan panitia kecil ini sangat banyak dimotori oleh H.Muhammad Ma’mun (salah satu Tri Murti), yang bekerja siang malam tanpa mengenal lelah dan letih dan tak pernah hitung-hitungan dalam bekerja, sesuai dengan pesan dan wasiat BapakKH.Hasan Abdullah Sahal, salah satu Pimpinan Pondok Modern Gontor Ponorogo, bahwa masing-masing hendaknya bekerja sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tersedia, jangan merasa paling anu dan paling anu.. khawatir amal ibadahnya akan ternodai, tentu siapa yang paling banyak berbuat dan beribadah, maka insya allah paling banyak pula menerima pahala dan kebaikan dari Allah SWT.
Alhamdulillah berkat rahmat ALLAH SWT, panitia kecil dapat merampungkan satu unit bangunan asrama putra yag terdiri dari tiga lokal dan dua unit kamar mandi (putra-putri), dan satu unit bangunan asrma putri. tentunya keberhaisaln ini merupakan hasil jerih payah dari semua pihak, baik pengurus yayasan al-falah, masyarakan dan para dermawan.
Kiranya sunnatullah ebrlaku atas salah seorang Tri Murti, yaitu Ustadzah Siti Khadijah binti Haji Falah (anak kedelapan putri keempat) mendapat jodoh pria alumni Pondok Modern Gontor dan Alumni ISID (Institut Studi Islam Darussalam) GOntor, yatiu Al Ustadz Syarif Usman, S.Ag. Tentunya bagi Yayasan Al Falah dan Tri Murti serta keluarga besar Pesantren Modern Daar El Falaah merupakan nikmat dan rahmat dari Allah SWT, yang sangat besar dan patut disyukuri, karena ia datang dan hadir disaat kami sangat membutuhkan.
maka sebagai letupan rasa syukur, bersepakatlah yayasan al-falah dengan Tri Murti memberikan amanah dan jabatan sebagai Direktur Pesantren Modern Daar El Falaah yang bertanggungjawab penuh terhadap jalannya kegitan belajar mengajar. Alhamdulillah berkat dan karunia Allah SWT maka dengan segala kerendahatn hati, Pesantren Modern Daar El Falaah telah diremikan pembukaan pada Ahad, 3 Agustus 1997, peresmian dilakukn oleh Kepala Kantor Departemen Agama Wilayah Kabupaten Pndaeglang, Bapak Tarmidzi Abduh (Alumni GOntor).
Dengan segala penuh harapan, semoga Allah SWT meridhoi amal ibadah Keluarga besar Pesantren Modern Daar El Falaah.